Tampilkan postingan dengan label Pelajaran dari teman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran dari teman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

Menjaga kesehatan di usia 40+


Ini (apakah ini?) ditulis untuk menjawab pertanyaan teman-teman angkatan 81 SMP 7: bagaimana mencegah stroke?
Jawaban yang paling tepat untuk mencegah stroke, juga penyakit jantung koroner adalah menghindari atau mengatasi faktor risikonya, antara lain tekanan darah tinggi, penyakit diabetes melitus dan kadar kolesterol yang tinggi.
Di bawah ini ada beberapa tips yang mungkin tidak ada di text book, cuma beberapa pelajaran yang diambil dari pengalaman dengan pasien.
Pada umumnya orang sakit bisa dikelompokkan ke dalam 2 golongan, yaitu
1.       Orang yang mempunyai gaya hidup yang kurang baik
2.       Orang yang punya kelainan metabolisme
Di atas 40, apalagi kalau gaya hidup kita sebelumnya kurang baik (yaitu: kurang mengendalikan makan, kurang olah raga), maka yang pertama harus dilakukan adalah general check up. Kalau hasilnya baik, artinya kita beruntung dan tinggal menjaga karunia itu. Bersiap untuk memperbaiki gaya hidup secara bertahap dan konsisten

Rabu, 21 Juli 2010

real winner, real looser

Melihat banyak sekali sikap manusia, ada yang muncul dalam pikiran saya, kenapa sikap orang sangat bervariasi? Apa yang mendasari perbedaan-perbedaan sikap itu?

Ada dua hal yang saya temukan, mungkin ini jawaban atas pertanyaan saya, mungkn juga bukan

Pemenang sejati adalah

Rabu, 24 Maret 2010

KDRT

      Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) sering kita dengar, tapi ternyata banyak yang belum tahu apa arti sebenarnya, terutama korbannya. Banyak yang beranggapan bahwa KDRT adalah kekerasan fisik dalam Rumah Tangga, yang perlu menyisakan bukti luka atau memar atau patah tulang. Ternyata banyak bentuk kekerasan lain, yang sering disanggah oleh para korban adalah kekerasan psikologis.
      Kekerasan psikologis bisa berupa kata-kata yang tidak menyenangkan, ancaman, baik ancaman untuk melakukan kekerasan, ancaman perceraian, ancaman memisahkan dari anak, ancaman mempermalukan, melarang melakukan hoby, merendahkan harga diri, termasuk juga menelantarkan, tidak memberikan nafkah dan banyak cara lain lagi.
     Kekerasan dalam Rumah Tangga biasa berlangsung terus menerus, terutama karena korban tidak menyadari bahwa dia sudah jadi korban dan sering kali menolak untuk memasukkan dirinya ke dalam kategori korban. Padahal, tanpa mengakui bahwa dirinya adalah korban, tidak akan ada tindakan untuk menolong dirinya maupun menerima pertolongan orang lain.
     Apakah anda korban KDRT?