Senin, 13 Februari 2012

Amnesia

Ini catatan tahun 2010 akhir, Bulan Ramadhan, saat nonton Para Pencari Tuhan sambil nyiapin buat sahur.
Baru ditemukan lagi, jadi baru dipasang di sini

Amnesia adalah lagu Gigi terbaru tahun ini. Menggelitik, membuat saya bertanya, apa betul ada amnesia selektif seperti itu?
Jangan-jangan keinginan untuk tidak mempedulikan kebutuhan orang lain dan mengutamakan kebutuhan diri sendiri itu berasal dari konsep ibadah yang salah. Kata kang Wiki, "ibadah menurut Al Quran tidak hanya terbatas kepada apa yang disebut ibadah mahdhah atau Rukun Islam saja, tetapi cukup luas seluas aspek kehidupan yang ada selama wahyu Allah memberikan pegangannya dalam persoalan itu".
Apakah karena kita sudah mendefinisikan ibadah hanya sebagai tugas kepada Allah, semata-mata sebagai urusan akhirat dan melupakan bagian lain dari ibadah sebagai tugas kepada sesama manusia, dan memisahkannya menjadi hanya sebagai urusan dunia.
Akibatnya, menjaga hubungan dengan sesama manusia tidak menjadi prioritas untuk dikerjakan.

Sehingga urusan dunia tidak lagi berhubungan atau dihubungkan dengan urusan akhirat.
Sehingga ikhlas membantu, ikhlas bekerja, ikhlas berusaha dalam meraih keberhasilan dunia tidak menjadi bagian dari rencana bekal ke akhirat. Komitmen sebagai bagian dari keikhlasan menjadi tidak penting dan sulit ditemukan.
Sehingga tersenyum, menyenangkan orang lain, saling membantu dalam kebenaran, saling membantu dalam mencapai kesabaran, tidak lagi menjadi tugas yang dijanjikan akan mengantar kita pada tingkat urusan akhirat yang lebih baik.
Sehingga label haram untuk mencuri dalam berbagai tingkat menjadi hilang atau berkurang atau dikurangi. Mencuri waktu tidak lagi terasa sebagai kecurangan, mencuri hak intelektual tidak lagi menjadi aib, mencuri kesempatan bahkan menjadi kebanggaan.
Sehingga tidak jelas lagi batasan antara menyuap dan memberikan penghargaan. Menggadaikan harga diri untuk sebuah hadiah menjadi suatu keharusan dan kebiasaan.
Sehingga kita tidak mampu melihat adanya hak orang lain yang terampas saat kita menuntut terpenuhinya hak kita. Sehingga kita lupa bahwa di sisi lain hak yang sedang kita tuntut ada kewajiban yang harus kita penuhi. Bahwa dibalik hak yang kita berikan kepada seseorang ada hak orang lain yang terampas.
Sehingga kita hanya ingat pada hak diri sendiri dan berusaha meraihnya tanpa ingat mana yang haq dan mana yang bathil.
Bukankah seharusnya setiap langkah kita, setiap helaan nafas kita, setiap gerakan otot kita bermakna ibadah?
Jadi, apakah itu amnesia? Atau tereduksinya pemahaman kita mengenai ibadah?

Buat anak-anakku....mari kita belajar lagi memahami definisi ibadah, seperti yang tersurat dan tersirat dalam alQur'an.
Nabi besar kita diturunkan untuk 'menyempurnakan ahlak', mari kita sempurnakan ahlak kita sebagai bagian dari ibadah kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar